Ad Code

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

{CERITA ISLAMI}: SEORANG SANTRI YANG TERJEBAK DALAM MASALAH INTERNASIONAL PART 2

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

 Disclaimer : Terima kasih kepada anda yang sudah mempercayakan kepada kami, terus ikuti laman blog kami agar terus merasakan pengalaman membaca cerita sesungguhnya. Dilarang untuk meng Copy Paste cerita tanpa seizin admin.



CAHAYA DUNIA, PART 2 ; TENGGELAM

Aku menghubungi ibuku dan Nina, meskipun hanya lewat chat karena terbatasnya pulsa untuk melakukan panggilan ke luar negeri, akan tetapi ibuku merasa lega. Lain halnya dengan Nina, Nina justru memarahiku habis habisan karena aku tidak masuk pondok. Aku dan Nina mempunyai hubungan yang spesial, kami tidak berpacaran, akan tetapi kami memilih menjalani hubungan taaruf dan saling menjaga perasaan. Setiap aku keluar tanpa kabar, ibuku dan dia selalu khawatir mencemaskanku.



Kondisi bandara kala itu sedang ramai, aku berjalan didepan Kak Bani di dalam kondisi yang berdesakan. Kemudian ada seseorang yang berbadan besar menabrak kami dan membisikkan kata “LINUOR” kepada Kak Bani, aku pun menanyakan siapa itu, akan tetapi Kak Bani tidak menjawab dan mengalihkan pembicaraanku. Ekspresinya menggambarkan ada sesuatu yang ia tutupi, apa aku harus curiga ?. Kuurungkan niatku untuk berpikir hal itu, sebab dia telah membantuku untuk mengungkap kasus yang saat ini Ayahku kerjakan, semoga tindakanmu ini Diijabahi oleh Alloh SWT.

Kami berjalan menyusuri koridor bandara, rencananya kami akan membeli lagi tiket pesawat ke Inggris. Di tengah perjalanan menuju loket, aku melihat banyak polisi berlarian kearah koridor pesawatku tadi. BLAAAAMMMM........terdengar suara ledakan yang begitu kencang, bahkan ledakan itu sampai menggetarkan kaca kaca pada gedung bandara. Kami pun berbalik arah dan mendapati pesawat yang kami tumpangi tadi hanya tinggal setengah akibat ledakan bom itu. Kalau tidak salah apa mungkin pemberat di pesawat itu adalah bom yang sudah ditanam sejak lama ?, tampak semua polisi mengamankan area itu. Di sekelilingnya bertaburan potongan kertas yang kemungkinan hancur karena bom.

Aku memungut salah satu potongan kertas itu, yang kudapati pada potongan kertas tersebut hanyalah tulisan “Jannah”. Tidak mungkin, jangan jangan ini Laporan kerusakan Al quran. Aku pun bertanya pada Kak Bani, yang tampak sedang tersenyum menyaksikan kejadian itu :

“Kak Bani, di potongan kertas ini terdapat tulisan Jannah dengan huruf Alphabet. Sedangkan Negara Qatar sendiri menggunakan Bahasa arab yang otomatis menggunakan keyboard hijaiyah. Lagipula, Negara Qatar kan lebih didominasi agama islam, Apa jangan jangan Penerbit Al Jannah juga membuka mitra disini dan apakah mungkin ada kelompok Musailamah di negara ini ? Tanyaku polos.

Mendengar perkataan itu Kak Bani agak sedikit kaget “Eeehh....Yang benar saja, pihak Redaksi Al Jannah berusaha untuk mendapatkan keuntungan. Walaupun negara sasaran produk lebih ke Mayoritas Islam, akan tetapi kalau ratingnya jelek, Mereka tidak akan mengambil resiko untuk memasarkannya.” Ungkapnya.

Aku bingung, sejak kapan Al quran dipasarkan menggunakan teknik pemasaran seperti itu ?. Yang setahuku Al quran dapat dipasarkan dimana saja, kalaupun perusahaan tidak mendapat untung, tapi setidaknya mereka mendapat Karomah karena menyebarkan CAHAYA DUNIA ini. Tapi yang jelas, aku bersyukur hari ini, coba bayangkan kalau kami masih berada di dalam pesawat itu, mungkin kami sudah tiada. Aku pun mengajak Kak Bani untuk istirahat sejenak sambil menunaikan ibadah sholat, kala itu di Qatar hari mulai menginjak waktu Maghrib. Ketika akan masuk ke musholla, aku mengajak Kak Bani untuk sholat. Namun dia menolaknya secara halus dan memilih untuk menunggu di luar sambil merokok. Hmmmmm........semakin aneh saja orang ini.wkwkwkwkk.........

Kami menungggu keberangkatan pesawat di ruang tunggu, aku membeli semangkuk Nasi Biryani { Nasi rempah khas Arab } karena perutku sudah lapar. Setelah diinformasikan pesawat telah datang,kami bergegas naik dan terbang menuju London, Inggris. Kulihat pada AVOD { Audio video on demand /sejenis televisi kecil pada belakang kursi }, berita tentang ledakan pada pesawat itu. Sementara Kak Bani sedang terlelap tidur, ketika aku melihatnya tidur, aku sempat berpikir. Mengapa aku terlalu mudah percaya terhadap orang yang baru kukenal ? Kalau misalkan orang seperti ini berniat jahat kepadaku bagaimana ?. Di tengah renunganku itu mataku tertuju kembali pada AVOD, diberitakan bahwa Ratu Elizabeth dan Pangeran Henry akan mengadakan pesta minum teh di Big ben Tower. Sedangkan menurut informasi yang kudapat, konvensi kelompok Musailamah juga dilaksanakan di Big ben Tower. Itu artinya ahhh..........ratu dan pangeran dalam bahaya.

Sumber gambar : https://pixabay.com/id/photos/
big-ben-westminster-london-inggris-1143631/


09-1-2020 London
. Disekitar Big ben tower tidak ada tanda tanda yang mencurigakan. Kami mengamati big ben tower dari gedung seberang, yang nampak hanyalah pihak event organizer yang mempersiapkan untuk acara. Rencananya, Ratu Elizabeth akan mengundang beberapa bangsawan kerajaan. Sementara konvensi kelompok Musailamah akan diadakan di gedung sebelah utara. TEEENG.....TEENGG jam big ben berbunyi menandakan pukul 12.00 Siang. Itu artinya kedua acara akan segera dimulai, tampak beberapa rombongan bangsawan datang dengan mengendarai limousin { Mobil mewah yang didesain memanjang } mereka.

Kami pun membagi tugas untuk menyusup pada dua acara itu, Kak Bani menyusup pada Konvensi kelompok itu, dan aku menyusup pada acara minum teh keluarga kerajaan. Sepintas tindakanku ini agak “Radikal”, karena bertentangan dengan norma kesopanan, terlebih terhadap keluarga bangsawan. Tapi tujuanku kali ini bukan membajak, melainkan melindungi nyawa sang ratu dan keluarga bangsawan. Aku dapat masuk ke dalam acara tersebut melalui kartu akses yang kebetulan terjatuh dari dalam saku seseorang, kami berkomunikasi lewat in ear monitor. Awalnya lancar lancar saja, aku menikmati hal ini,jarang jarang lo aku melakukan kegiatan seperti ini bersama petinggi negara. Kak Bani tak henti hentinya mengingatkan akan tugasku, disisi lain, Kak Bani berusaha merebut berkas Laporan Kerusakan yang saat ini ada di Konvensi tersebut, dan dipegang oleh orang orang kelompok Musailamah.

Di tengah tengah kegiatan, Kak Bani mengintruksikan agar cepat keluar dari pesta karena dia sudah mendapatkan berkas laporan itu. Aku pun keluar dari pesta itu, akan tetapi tindakanku dicurigai oleh tentara pengaman istana, aku pun dikejar oleh mereka. Aku dan Kak Bani bertemu di trotoar seberang, aku berkata bahwa aku dikejar oleh tentara pengaman, sama halnya dengan aku, dia juga dikejar oleh anggota Konvensi karena merampas benda yang sungguh penting itu. Kami menghentikan sebuah mobil dan naik bersama mobil itu, Kak Bani menginstruksikan kepada pemilik mobil untuk tancap gas. Kejar kejaran pun tak terelakkan, bahkan mereka tak segan untuk menembaki mobil dengan revolver. Sang pemilik mobil juga kebingungan, ketika kulihat ke belakang, tampak mobil polisi dan mobil yang bertuliskan CIA.

“Jangan lihat ke belakang, kalau bisa kamu harus menunduk, nanti kamu terkena tembakan mereka.”Teriak Kak Bani sambil menundukkan kepalaku.

“Kak, mengapa kita dikejar CIA dan polisi ?”Tanyaku histeris

“CIA {Central Intelligent Agencya/Agensi Intelijen pusat } sama sama intellijen sepertiku, FBI. Menurut data yang kuhimpun, bahwa kelompok Musailamah telah berkontribusi dengan CIA agar bisnis mereka tidak terungkap oleh kepolisian dunia. Dan mungkin tentara pengaman istana curiga terhadapmu dan menelpon polisi untuk mengejarnya” Jelas Kak Bani.

Tiba tiba mobil yang kami tumpangi hilang kendali, aku menduga bahwa peluru sudah menembus ban mobil ini sehingga mobil susah untuk dikendalikan. Aku, Kak Bani, dan Pemilik mobil itu memutuskan untuk lompat keluar, Kak Bani dan pemilik mobil melompat terlebih dahulu akan tetapi Kak Bani lupa untuk membawa tas birunya. Sehingga kutenteng tas biru itu dan melompat keluar, SREEEKKK...........BLAAAM mobil itu terpontang panting menabrak mobil lain yang sedang terparkir dan akhirnya meledak. Kami berlari menuju kawasan  gang sempit.

Di belakangku, tampak anggota CIA dan kepolisian yang hampir menyusulku. Tenagaku hampir habis, tapi kuusahakan berlari sambil menenteng tas biru milik Kak Bani. Siapa tahu ada sesuatu yang penting di dalamnya, aku ingin segera kasus ini selesai dan dapat pulang ke rumah. Mataku semakin buram akibat keringat yang bercucuran, tidak, aku harus menyelesaikan kasus ini agar nama agama islam tidak hancur. Tak lama kemudian terdengar suara tembakan dan aku pun roboh, mataku remang remang menangkap birunya langit London..........

“Hati-hatilah dengan banyak bersumpah dalam menjual dagangan karena Ia memang melariskan dagangan namun malah menghapuskan keberkahan.” (HR. Muslim).

Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina.” (QS. Al-Qalam: 10).

Ayat itu terdengar lagi,seakan akan menjadi petunjuk.

Apakah aku sudah mati ? Apakah itu suara tahlilanku ?

Lagi lagi aku teringat ibu dan Nina,bagaimana keadaan mereka ? Mereka pasti sangat khawatir pastinya ?

Rasanya seakan akan aku  tenggelam atau jatuh di dalam lubang yang paling dalam.

Ketika aku membuka mata, cahaya lampu langsung menyorot mataku sehingga agak silau padaku. Badanku terasa sangat lemas dan linglung, disekelilingku tampak ruangan yang asing bagiku, dimanakah aku ini ?. Kak Bani juga tidak ada, yang ada hanyalah kumpulan orang kulit putih ras eropa yang mengelilingiku, tak lama kemudian aku teringat sesuatu, Apa jangan jangan mereka polisi ?. Seketika aku berteriak dan berontak untuk melepaskan diri. Tiba tiba salah satu dari mereka menenangkanku, dia adalah wanita yang cantik tapi tak ada yang lebih cantik selain ibuku............wwkwkwkwk

“You are awake, please calm down goodboy........ { Kau sudah siuman,tenanglah goodboy......}”Kata wanita itu ramah.

“You must be fully aware, so that we can uncover the secret of the group { Kamu harus sepenuhnya sadar, sehingga kami dapat mengungkap rahasia kelompok itu }”.Kata pria yang datang sambil membawakan segelas teh.

Kecurigaanku perlahan berkurang, polisi tampak ramah saat itu. Akan tetapi apa arti semua ini ?,  kuperlahan menengok pada dinding bangunan. Terpampang lambang burung dan bawahnya bertuliskan Central Intelligence Agencya, jadi benar aku tidak ditangkap oleh polisi, melainkan aku diamankan oleh CIA sebagai saksi yang hanya terlibat. Dan CIA berkeliaran di penjuru Inggris karena memang inggris mempunyai hubungan baik atau lebih mengarah ke sekutu Amerika, kami pun larut dalam pembicaraan sehingga aku lupa akan nasib Kak Bani,kemana orang itu setelah berlari di dalam gang ?.

Ketika akan menanyakan hal itu, aku dikejutkan oleh pernyataan dari salah satu Anggota CIA, pernyataan yang membuatku kembali lemas dan tidak berdaya. Bagaimana mungkin sesuatu yang sudah kupercayai selama ini ternyata malah menjerumuskanku terhadap hal yang tidak baik, aku mencoba kembali meyakinkan pernyataan itu. Dan mereka menjawab hal itu benar, bahkan CIA sudah mempunyai bukti apabila hal itu disidangkan terhadap Mahkamah Internasional. Ternyata memang benar kecurigaanku selama ini, hal itu sudah dibuktikan oleh CIA, yang aku belum pahami ialah apa motif organisasi itu dan apa yang mereka cari selama ini. Aku menanyakan hal itu kepada anggota CIA dengan bahasa inggris ala kadarnya............wkwkwkwk

“Excuse me, What exactly did the group want ? why do their actions always successfull ? { Permisi,sebenarnya apa yang diinginkan oleh kelompok itu, mengapa tindakan mereka selalu berhasil ?}” Tanyaku heran.

“They have PSB as their movement protector, they are aiming for file number one { Mereka punya PSB sebagai pelindung gerakan mereka, mereka aslinya mengincar berkas nomor satu }” Kata salah satu anggota CIA.

“file number one, what is that ? { File nomor satu, apa itu ? } tanyaku kembali.

‘file number one ......... The file containing the remaining reports on the damage to the Qur'an.  Other files have been destroyed by the group, currently the files are stored in a safe at the head office of the United Nations. We have received news that the safe code leaked into the hands of the group and they destroyed the code along with other files at Qatar airport yesterday.  If that only list is destroyed, the imperfect Qur'an cannot be returned to the country of origin and will make the light of the world dim. {berkas nomor satu.........Berkas yang berisi tentang laporan kerusakan Al quran yang masih tersisa. Berkas lain sudah dimusnahkan oleh kelompok itu, saat ini berkas tersebut disimpan didalam brankas di kantor pusat PBB. Kami memperoleh kabar bahwa sandi brankas tersebut bocor ke tangan kelompok itu dan mereka memusnahkan sandi itu bersama berkas lain di bandara qatar kemarin. Apabila daftar satu satunya itu musnah, Al quran yang tidak sempurna tidak dapat dikembalikan ke negara asal dan akan membuat CAHAYA DUNIA kian meredup } “ Kata salah satu senior anggota CIA.

Aku paham saat ini, rupanya ledakkan pesawat kemarin di Qatar dan bisikkan kata LINUOR merupakan kunci dari kasus ini. Kelompok Musailamah berusaha melenyapkan seluruh berkas yang masih mereka bawa dari seluruh negara dan mereka fokus terhadap berkas nomor satu yang saat ini disimpan di markas besar PBB. Mereka dapat melakukan kapan saja, karena mereka sudah mengantongi password dari brankas penyimpanan berkas tersebut. Itu berarti Kelompok Musailamah akan menuju ke Amerika, tempat dimana berkas tersebut disimpan.Aku bilang bahwa kita harus secepatnya pergi ke Amerika untuk menggagalkan rencana itu, namun Kepala divisi CIA menolak hal itu. Karena kita harus punya rencana dan tidak boleh gegabah.

Akhirnya aku mendapatkan ide, aku rapatkan hal itu dengan para Anggota CIA. Dan Alhamdulillah mereka setuju akan hal itu, pihak administrasi CIA berusaha untuk menghubungi mitra redaksi Al Jannah dari seluruh negara untuk datang ke Markas PBB, New York, Amerika Serikat. Semua anggota sibuk menyiapkan barang bawaan mereka masing masing, tinggal menjebak target utama.......

Aku menelpon Kak Bani, sebelumnya kami sudah bertukar nomor telepon di Indonesia tadi.”Haloooo.....Kak Bani sekarang ada dimana ? aku takut kak di luar negeri sendirian “.

“Aduuuhhhhh, aku kira kamu ditangkap polisi, sekarang dimana kamu ?” Keluh Kak Bani

“Sekarang aku jalan jalan kak hehehehehe..........tepatnya di Tower bridge London” Jawabku polos

“Ya sudah....kemarilah menuju Bandara, kita harus secepatnya ke Amerika untuk menjalankan tugas” Jawabnya enteng.

“Siap 86 “ Aku pun segera naik taksi menuju Bandara.

Kami pun bertemu di ruang tunggu bandara, disana tampak Kak Bani sedang menyantap sebuah Mustard Hamburger. Dia tampaknya khawatir dan mengira aku telah ditangkap oleh polisi, atau tidak aku sudah tewas akibat tembakan peluru dari polisi. Namun Alloh swt berkehendak lain, aku diberi kesempatan lagi untuk mengungkap kasus ini agar nama islam tidak tercoreng di seluruh dunia.

“Huuhhhhh......Kamu bikin aku khawatir saja. Kalau kamu lapar, ambil sana makanan di toko itu, biar aku nanti yang bayar.”Kata Kak Bani setengah sebal.

“Hehehe......nggak usah kak, aku tadi sudah makan. Nggak sulit kok cari restoran halal di London, karena sudah banyak. Oh ya......habis ini kita mau kemana kak ? “ Tanyaku mengalihkan pembicaraan.

“Setelah ini kita akan pergi ke New york, Amerika serikat. Disana ada berkas Laporan kesalahan Al quran yang masih tersisa. Berkas itu disimpan dalam markas PBB dan saat ini sedang dalam akuisisi CIA, sebelumnya kita ketahui bahwa kelompok musailamah bekerja sama dengan CIA untuk mendapatkan daftar itu kan ?. Takutnya berkas itu akan berpindah tangan dari CIA ke kelompok Musailamah”. Jelasnya singkat.

“Kalau begitu tunggu apalagi, ayo kita berangkat menuju Amerika agar tidak keduluan CIA.” Seruku

Kami berdua pun berangkat menuju Amerika Serikat, dimana puncak kasus  ini berada disana. Berhasil tidaknya kasus itu ditentukan olehku seberapa baik dalam memanfaatkan kesempatan, aku optimis kasus ini akan selesai dan berhasil. Ya Alloh........Mudahkanlah urusanku kali ini dalam memperjuangkan agama-Mu. Amiiiiin.......


BERSAMBUNG KE PART 3

Post a Comment

10 Comments

close
Banner iklan disini