Ad Code

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Apa itu Pentigraf? Pengertian Pentigraf, Ciri ciri, Struktur, Beserta contohnya.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

  Disclaimer : Terima kasih kepada anda yang sudah mempercayakan kepada kami, terus ikuti laman blog kami agar terus merasakan pengalaman membaca cerita sesungguhnya. Dilarang untuk meng Copy Paste cerita tanpa seizin admin.


Terkadang kita merasa sangat bosan sekali manakala harus membaca buku cerita, bukunya yang tebal, ilustrasi yang kurang menarik, dan bahkan alur cerita yang itu itu aja membuat kita malas sekali untuk membuka buku tersebut. Hal itu tentunya bakal membuat peminat pembaca semakin menurun, padahal para penulis sudah melakukan upaya yang terbaik untuk menciptakan sebuah karya literasi. 

Sumber : Pixabay

Munculnya pentigraf seakan akan memberikan udara segar bagi para pelaku yang terlibat. Para penulis tidak perlu memikirkan ide cerita yang cukup panjang, dan para pembaca dapat leluasa membaca cerita yang cukup pendek dan tidak amat membosankan. Namun apa sebenarnya pentigraf itu? Apa yang membuat dia lebih disukai daripada karya sastra yang lain? Penasaran kan? Simak beberapa penjelasan berikut ini.

DAFTAR ISI


PENGERTIAN PENTIGRAF

Pentigraf merupakan kependekan dari Cerita Pendek Tiga Paragraf, yang artinya di dalam model cerita ini terdapat tiga paragraf yang telah mencakup berbagai aspek cerita. Dengan kata lain, Pentigraf adalah suatu cerita pendek yang berjumlah tiga paragraf dan memilikki alur yang cukup singkat. Pentigraf ditemukan oleh seorang sastrawan dan akademikus dari Universitas Negeri Semarang {UNESA} yang bernama Drs. Tengsoe Tjahjono. Tentunya kita sangat bangga sekali karena penemu pentigraf sendiri adalah Orang Indonesia.

Pentigraf masuk ke dalam cerita mini karena jumlah paragrafnya dibatasi 3 paragraf, tidak boleh kurang ataupun tidak boleh. Namun demikian pentigraf tetap harus memilikki unsur unsur cerita seperti alur, tokoh, latar, dan amanat. Pentigraf juga ada banyak macam dan cara penyajiannya sama seperti cerita pendek biasanya. Biasanya, di akhir pentigraf diberikan kejutan agar jalan cerita terlihat menarik.


CIRI CIRI PENTIGRAF

Pada dasarnya ciri ciri pentigraf hampir sama dengan ciri ciri cerita pendek biasa, ada alur, tokoh, latar, dan sebagainya. Namun masih ada beberapa perbedaan yang sebenarnya tidak jauh jauh dari cerpen biasa. Adapun ciri ciri tersebut yaitu :

  1. Memilikki 3 paragraf. Sesuai dengan namanya, pentigraf hanya memilikki 3 paragraf saja. Apabila lebih dari itu tidak dapat dikatakan sebagai pentigraf, melainkan cerita pendek. Setiap paragraf hanya terdiri atas satu kalimat panjang saja. Panjang pentigraf pun hanya boleh sekitar 210 kata. Keunikan inilah yang membuat penulis harus pandai pandai mengemas cerita sesingkat mungkin dan cukup jelas untuk dibaca.
  2. Satu paragraf terdapat satu gagasan, biasanya dalam masing masing paragraf memuat beberapa struktur pokok seperti perkenalan, proses terjadinya peristiwa, dan penyelesaian masalah.
  3. Memilikki unsur unsur cerita seperti biasanya, yaitu tokoh, alur, setting, sudut pandang, amanah, dan lain sebagainya. 
  4. Alurnya terasa sangat cepat, biasanya antar struktur teks pentigraf mulai dari perkenalan hingga penyelesaian masalah hanya dijelaskan dalam beberapa kalimat saja. Hal ini tentunya agar jalan cerita muat 3 paragraf saja. Sehingga ketika membacanya, rasanya sangat cepat sekali untuk menuju ke akhir cerita. Perasaan tadi masih mbaca perkenalan, tau tau kok udah penyelesaian.......wkwkwkwk
  5. Terdapat sejumlah kejutan atau plot twist. Hal ini tentu membuat paragraf semakin menarik di mata pembaca. Biasanya kejutan atau plot twist ini terletak di akhir pentigraf, dan tak jarang pula kejutan ini membuat pembaca semakin penasaran. Ciri ciri pentigraf yang memilikki kejutan atau plot twist yaitu mengalami perubahan peristiwa ataupun perubahan tokoh.

JENIS JENIS PENTIGRAF


Sebenarnya pentigraf memilikki jenis yang beragam, namun jenisnya tidak sebanyak cerita pendek karena karya ini masih tergolong baru. Dan juga masih jarang sekali penulis yang menulis pentigraf ini. Sehingga variasi dari karya ini masih kurang beragam. Adapun jenis jenis pentigraf adalah :
  • Pentigraf biasa, jenis pentigraf ini paling banyak digunakan. Di dalam pentigraf ini memuat beberapa cerita sederhana yang mirip dengan cerpen cerpen lainnya. Seperti kehidupan sehari hari, peristiwa peristiwa, dan lain sebagainya. Untuk menarik pembacanya, biasanya di akhir pentigraf ini diberikan unsur kejutan.
  • Pentigraf humor. Sesuai dengan namanya, isi dari pentigraf ini adalah cerita pendek dengan mengedepankan unsur humor atau jenaka. Pembaca akan dibawa dengan unsur nyaman serta menyenangkan seakan akan tidak ada masalah. Jenis pentigraf ini sangat ramah dibaca oleh siapa saja, biasanya penulis jenis pentigraf ini akan mempertimbangkan seberapa layak jokes yang ia buat kepada para pembaca. Sama seperti pentigraf biasa, biasanya pentigraf akan diberikan kejutan yang cukup menggelikan di akhir cerita.
  • Pentigraf misteri. Pentigraf ini mengandung unsur misteri seperti metafisika, pembunuhan, dan teka teki. Jenis pentigraf ini masih sedikit jumlahnya, karena cerita misteri umumnya memilikki jumlah kata atau paragraf yang lebih panjang. Penulis harus pintar pintar meringkas beberapa peristiwa ketika akan menulis jenis pentigraf ini. Biasanya, di akhir pentigraf akan diberi kejutan yang membuat pembacanya bertanya tanya.
Sumber : Pixabay


STRUKTUR PENTIGRAF


Kalau dilihat lihat, struktur pentigraf mirip dengan cerita pendek pada umumnya. Akan tetapi ada sedikit bagian yang dihilangkan. Tujuannya yaitu agar cerita mampu tersampaikan sejumlah 3 paragraf saja. Kira kira apa saja struktur pentigraf itu?
  1. Abstraksi, struktur ini terletak di awal dari sebuah pentigraf. Biasanya abstraksi menceritakan pengenalan tokoh ataupun pengenalan peristiwa. Panjang abstraksi pun juga pendek, hanya terdiri dari beberapa kalimat saja diawal paragraf. Seterusnya pentigraf akan dilanjutakan dengan urutan kejadian peristiwa.
  2. Komplikasi, merupakan bagian mulai munculnya masalah. Biasanya terletak di tengah paragraf pertama sampai akhir paragraf kedua. Struktur ini cukup panjang karena harus memuat urutan peristiwa beserta klimaks. Tentunya bagian tersebut harus tetap diringkas agar pas menjadi 3 paragraf.
  3. Resolusi, yaitu penyelesaian dari masalah itu. Biasanya terletak di awal paragraf 3 sampai akhir. Pada bagian ini menceritakan penyelesaian masalah serta gambaran akhir suatu peristiwa atupun tokoh {Koda}. Jarang sekali pentigraf mengandung amanat yang tersurat, makna pentigraf biasanya tersirat, sehingga setiap orang akan berbeda pemahamannya. Akan tetapi kalau mau ditambahkan juga tidak apa apa.

UNSUR UNSUR PENTIGRAF


Meskipun panjangnya hanya 3 paragraf, akan tetapi pentigraf harus tetap memilikki unsur unsurlayaknya sebuah cerita pendek. Unsur tersebut menjadi penguat sekaligus penanda bahwa teks tersebut adalah pentigraf. Apabila tidak ada unsur tersebut, maka teks itu tidak dapat dikatakan sebagai pentigraf. Berikut ini adalah unsur unsur pentigraf :
  1. Tema, apapun karya seni pasti membutuhkan tema sebagai landasannya. Tema digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan karya seni. Biasanya ketika akan menulis pentigraf, penulis akan memikirkan tema terlebih dahulu. Setelah tema ketemu, baru akhirnya penulis mengembangkan tema tersebut menjadi sebuah karya sastra.
  2. Setting, pastinya semua cerita memilikki setting. Setting atau latar digunakan untuk menjelaskan suatu cerita secara rinci. Setting terbagi menjadi setting tempat, setting waktu, dan setting suasana. Di dalam pentigraf, setting biasanya digambarkan hanya beberapa kata saja. Atau mungkin biasanya digambarkan secara tersirat.
  3. Alur, merupakan bentuk jalannya cerita. Alur bisa maju atau mundur, bisa juga campuran. Untuk saat ini pentigraf masih menggunakan alur maju atau mundur. Sementara campuran masih belum ada, karena alur campuran berpotensi memanjangkan cerita. 
  4. Tokoh, di dalam pentigraf pasti terdapat sejumlah tokoh yang memeragakan cerita. Tokoh terdiri atas tokoh utama dan sampingan, watak tokoh juga terdiri atas tokoh dengan perilaku baik {Protagonis} dan tokoh yag berprilaku jahat {antagonis}. Untuk saat ini, pentigraf masih menggunakan tokoh manusia saja, belum pernah menggunakan tokoh hewan.
  5. Sudut pandang, merupakan cara penulis menceritakan pelaku cerita. Banyak sekali sudut pandang dalam cerita, antara lain, orang pertama sebagai pelaku utama, orang ketiga serba tahu, dan lain sebagainya. Biasanya pentigraf menggunakan tipe sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama. 
  6. Amanat, yaitu pesan atau hikmah dari cerita yang disampaikan. Biasanya amanat  terletak di akhir cerita, bentuknya pun bermacam macam, ada yang tersurat dan tersirat. 

Post a Comment

0 Comments

close
Banner iklan disini