Ad Code

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

{CERITA ISLAMI}: SEORANG SANTRI YANG TERJEBAK DALAM MASALAH INTERNASIONAL EPISODE 2 PART 4

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

  Disclaimer : Terima kasih kepada anda yang sudah mempercayakan kepada kami, terus ikuti laman blog kami agar terus merasakan pengalaman membaca cerita sesungguhnya. Dilarang untuk meng Copy Paste cerita tanpa seizin admin.

SESUATU DI DALAM KILANG MINYAK

Akhirnya aku bisa merekam transaksi orang orang itu, tak lupa juga akau memfoto orang orang itu menggunakan kamera tersembunyi untuk bukti tambahan. Paman Otoko menginstruksikan untuk segera mengirim barang bukti itu melalui email, lalu dengan segera aku mengirim barang bukti itu ke email Paman Otoko. Aku merasa lega karena kasus ini segera terselesaikan, Paman Otoko menyuruhku untuk kembali menuju markas checkpoint. Namun tiba tiba seseorang datang kepadaku, aku langsung dibekap dan kemudian jatuh pingsan. Aku tidak ingat siapa yang melakukan hal itu padaku, jangan jangan yang membekapku adalah anggota kelompok musailamah yang lain.

ADDAM......... Suara apa itu

ADDAM.......... Suara itu terdengar lagi, seakan akan menjadi petunjuk.

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil (terbaik) dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. [Al-Baqarah/2:143]

Wahai manusia, Kami akan menguji kalian dengan kesempitan dan kenikmatan, untuk menguji iman kalian. Dan hanya kepada Kamilah kalian akan kembali” (QS. Al-Anbiya: 35).

Ayat apa itu ?..........Apakah ini tanda akan terjadi masalah ?

AHHHHHH............................

Ayat itu terdengar kembali, kali ini aku bisa merasakan kalau ayat ini sangatlah berarti bagi kasus ini.  Sepertinya kasus ini belum selesai, masih ada yang harus kuselesaikan agar kasus ini benar benar selesai. Aku pun terbangun dari pingsanku, aku mulai mencoba melihat di sekeliling tempatku duduk, tempat itu tampak asing bagiku. Dimana aku saat ini ?, seingatku aku dibekap oleh orang yang tak dikenal. Kemudian aku pingsan dan tidak ingat apa apa, dan aku baru sadar kalau tangan dan kakiku saat ini terikat. Aku berusaha meronta ronta agar tali yang mengikat tangan dan kakiku ini terlepas, namun sia sia saja. Kemudian datanglah seorang pria, pria itu tampak senang melihatku terikat.

Sumber : dokumen pribadi


“How are you goodboy ? You look so fun in here.... { Bagaimana keadaanmu goodboy ? kamu terlihat senang disini}”Kata pria itu.

Aku memandangi pria itu, rasanya aku tak asing melihatnya. Ya........aku baru ingat kalau pria itu adalah orang yang mengawasi kamar Pondok Pesantrenku dan yang membekapku sehingga aku pingsan.

“Who are you ? what do you want ? {Siapa kamu ? Apa yang kau inginkan ?}” Teriakku.

“You forgot me ? I am often depicted as being good at disguise { Kau lupa aku ? aku sering digambarkan sebagai orang yang pintar menyamar}”Kata pria itu.

Aku pun berpikir, jangan jangan dia adalah anggota kelompok Musailamah, mungkin yang kuliha saat ini bukanlah seorang pria yang asli. Dia pun membuka penyamarannya, dan aku terkejut bahwa dia adalah seorang wanita. Tak salah lagi, dia diceritakan sebagai salah satu wanita di Kelompok Musailamah yang pintar menyamar, dia adalah Lahab.

I am lahab, member of musailamah. I heard you were trying to investigate us, good job, son. However, we will try to escape as neatly as possible. {Aku lahab, anggota dari musailamah. Aku dengar kau berusaha menyelidiki kami, kerja bagus nak. Akan tetapi kami akan berusaha melarikan diri serapi mungkin.}” Kata Lahab.

Run away from mistakes, don't hope. maybe in a moment you will be picked up by those Intelligent people and the police. {Lari dari kesalahan, jangan harap. mungkin sesaat lagi kalian akan dijemput oleh orang orang Intellijen itu dan kepolisian.}” Ancamku.

Sorry, we're not as stupid as you. it is you who will be picked up by the angel of death to hell {Maaf, kami tidak sebodoh dirimu. justru dirimulah yang akan dijemput oleh malaikat maut menuju neraka}” Ancam wanita itu sambil menodongkan pistol ke arah kepalaku.

Mendadak keringat dingin keluar dari tubuhku, sepertinya aku akan mati di tangan mereka. Aku tak tahu harus berbuat apa, yang kulakukan hanyalah terus berdoa menunggu keajaiban dari Alloh SWT. Di dalam benakku, aku terus terpikirkan oleh mereka. Para orang tua yang menungguku dari rumah, mereka pasti sedih kalau aku pulang hanya membawa nama. Tiba tiba terdengar suara pintu yang diketuk sesaat sebelum wanita itu akan menekan pelatuk pistol, Alhamdulillah.........nyawaku terselamatkan. Rupanya yang mengetuk pintu itu adalah salah satu dari anggota kelompok musailamah.

“What's wrong Jahal? I want to execute this kid right away {ada apa Jahal ?, aku ingin segera mengeksekusi anak ini}” Teriak Lahab.

Don't focus on the child, the boss tells us to prepare immediately. Since maybe the CIA and the police will come here, I've already contacted Namrud and Jalut at the opposite port. {Jangan fokus kepada anak itu, bos menyuruh kita untuk segera mempersiapkan diri. Karena mungkin CIA dan kepolisian akan datang kemari, aku sudah menghubungi Namrud dan Jalut di Pelabuhan seberang.}” Kata Jahal.

Jadi dia adalah Jahal, orang yang diceritakan ahli sniper dalam kelompok musailamah. Hmmmm.......semakin jelas saja wajah orang orang ini, dan juga Jahal menyebutkan kalau mereka akan dijemput oleh Namrud dan Jalut. Salah satu petinggi Musailamah yang kembar, jadi mereka semua akan berkumpul disini. Aku harus segera memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, dengan segera aku merogoh sakuku. Aku ingin merekam pembicaraan mereka, namun aku tidak mendapati benda itu ada di sakuku. Kucoba untuk merekam menggunakan camera tersembunyi, namun benda itu juga tak ada dalam tubuhku. Sepertinya mereka mengambil barang barang itu ketika aku sedang pingsan tadi, aku tak tahu harus berbuat apa lagi kali ini.

Syukurlah, mereka meninggalkanku setelah cukup lama berbicara. Aku harus bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk melarikan diri, aku mulai mencari cari di sudut ruangan, siapa tahu ada suatu barang yang bisa memotong tali ini sehingga aku dapat melarikan diri. Aku mendapati ada sebuah kaca di bawah meja, kumulai menggeser tubuhku untuk meraih kaca itu. Dan Alhamdulillah.......pecahan kaca itu berhasil kuraih, dengan segera aku memotong tali yang mengikat tangan dan kakiku.

Sekarang aku terbebas, akan tetapi aku bingung harus keluar lewat mana. Aku mencoba untuk keluar dari pintu yang dilewati kelompok Musailamah itu tadi, berharap tidak ada CCTV yang mengawasiku. Aku masih belum paham, sebenarnya gedung apa ini ?. Dari tadi aku disibukkan dengan suara seperti deburan ombak, atau jangan jangan bangunan ini dekat dengan kawasan pantai ?. Aku mencoba berkeliling ke segala penjuru gedung ini, di luar tampak banyak crane yang tidak dioperasikan. Dan aku tidak melihat banguna sama sekali di sekitar gedung ini, apa jangan jangan aku berada di kilang minyak ?.

Pandanganku tertuju pada suatu ruang yang cahaya lampunya menembus keluar, aku mulai mengendap ngendap mendekati ruangan itu. Setelah kuintip, disana terlihat Lahab dan Jahal yang sedang berdiskusi. Sebenarnya pandanganku juga tak mengarah kepada orang itu, akan tetapi lebih mengarah kepada suatu kertas yang tergeletak di meja membelakangi mereka. Aku berniat untuk mengambil kertas itu, siapa tahu di dalam kertas itu berisikan informasi yang penting tentang kelompok Musailamah. Aku mulai masuk mengendap ngendap, dan perlahan mengambil kertas itu. Awalnya semua berjalan lancar, akan tetapi aku kepergok setelah mengambil kertas itu.

Hey ..... how did you get off {Hei.....bagaimana kau bisa lepas}” Teriak Lahab.

This kid is always just a bother {Anak ini selalu menyusahkan saja}” Kata Jahal dengan geram.

Kami pun kejar kejaran, aku berusaha berlari lebih cepat supaya tidak tertangkap. Terdengar suara tembakan berkali kali, itu artinya Jahal pasti membawa senjata sambil mengejarku. Meskipun takut, aku berusaha berlari sekencang kencangnya. Langkahku terhenti pada ujung bangunan yang langsung mengarah ke laut, rupanya benar, tempat ini adalah kilang minyak, namun aku tidak menetahui lokasi persisnya. Jahal pun semakin mendekat, dia tampak mengarahkan sniper pada dadaku. Aku kelimpungan, tidak ada cara lagi untuk kabur selain melompat ke laut.

“From the beginning you always bothered us, now I will send you to hell {Dari awal kamu selalu menyusahkan kami, sekarang aku akan kirimkan kamu menuju neraka}” Kata Jahal yang sudah mulai mennembakkan peluru ke dadaku.

“ALLOHU AKBAR.........” Teriakku sambil menangis, karena tidak ada harapan lagi.

DOORRR............terdengar suara tembakan, akan tetapi aku tidak merasakan peluru menembus dadaku. Setelah kulihat, ada seseorang yang melindungiku. Dan dia adalah Paman Otoko, peluru itu mengenai lengannya, aku terkejut karena mereka tiba tiba datang. Disampingku tiba tiba berdiri Pak Brandon sambil memegang sepucuk revolver, aku kebingungan, bagaimana mereka sampai kesini.

How did you get here? and where is this? {Bagaimana kalian sampai kesini ? dan dimana ini ?}” Tanyaku keheranan.

We follow you by looking at your current location transmitters. And this place is the oil refinery belonging to the Iraqi government, quickly we must secure ourselves. {Kami mengikutimu dengan melihat alat pemancar lokasimu yang masih terpasang. Dan tempat ini adalah Kilang Minyak milik pemerintahan Iraq, cepat kita harus segera mengamankan diri.}” Kata Pak Brandon.

Kurogoh rogoh dadaku, dan benar, chip lokasi itu masih tertanam pada diriku. Mungkin mereka lupa untuk mengambilnya, dan sesuai dugaanku, akhirnya kami tiba di IRAQ. Kami berusaha bersembunyi untuk menghindari tembakan, sekarang hanya tinggal Paman Otoko dan Jahal saja.

https://pixabay.com/id/photos/
suriah-timur-tengah-peta-bola-irak-1034467/

Otoko ...... it's been a while since we met, how are you? {Otoko......sudah lama kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu ?}” Remeh Jahal.

Alright, as long as you don't shoot that sniper at me. {baik baik saja, selama kau tidak menembakkan sniper itu kepadaku.}” Kata Paman Otoko.

I was suspicious from the start why there was an FBI in France. It turns out you've been looking for us this far yourself. {sejak awal aku sudah curiga, mengapa ada FBI di Perancis. Ternyata kau sendiri mencari kami hingga sejauh ini.}” Kata Jahal.

Looking for you is naive, it's just a state job. Don't you think, how many victims have fallen as a result of you.{ Mencarimu adalah hal yang naif, hanya saja ini tugas negara. Tidakkah kau pikirkan, berapa banyak korban yang jatuh akibat ulahmu.}” Kata Paman Otoko sambil menodongkan pistol.

How about we play with our bare hands, it will look beautiful to see your body covered in bruises and covered in blood. {Bagaimana kalau kita bermain tangan kosong saja, akan terlihat indah melihat tubuhmu penuh luka lebam dan bersimbah darah.}” Tawar Jahal.

“Koko ni kite {kemarilah}(kosakata bahasa jepang) Kata Paman Otoko sambil melempar senjatanya dan menyiapkan kuda kuda.

Tak disangka, mereka bertarung satu lawan satu. Jahal menggunakan beladiri Wing Chun sementara Paman Otoko menggunakan karate, kami hanya bisa melihat mereka dari kejauhan. Pak Brandon melarangku untuk melerai, karena memang Standar Operasionalnya seperti itu. Apabila tidak memungkinkan untuk menggunakan senjata api, , maka salah satu cara untuk bertahan adalah beladiri. Kami meninggalkan tempat itu untuk menangkap salah satu anggota musailamah lagi, yaitu Lahab. Berbekal dengan pengamatanku tadi, aku menuntun para agen CIA menuju ruangan tempat Lahab berada.

Is that person right here? {Benarkah orang itu disini ?}” Tanya Pak Brandon.

Earlier that person here, he probably ran away. {Tadi orang itu disini, kemungkinan dia sudah kabur.}” Ucapku heran.

quickly check all over the oil refinery. Don't miss anything {cepat periksa seluruh penjuru kilang minyak. Jangan sampai ada yang terlewat}” Teriak Pak Brandon.

Kami pun melihat keluar, disana tampak Paman Otoko yang sudah penuh luka lebam. Tak jauh berbeda dengan Paman Otoko, Jahal juga terlihat lebam bahkan cukup parah. Aku menaruh harapan kepada Paman Otoko, karena kalau misalkan mereka lepas, nama islam di dunia akan semakin dikecam sebagai radikal. Padahal islam sendiri adalah agama yang cinta damai, islam sangat begitu toleran terhadap umat beragama lain. Radikalisme sesungguhnya adalah perbuatan oknum oknum tertentu yang mengatasnamakan islam, mereka semua rata rata berpandangan berbeda terhadap islam.

Inspector, we've found several bombs planted all over the refinery. {Inspektur, kami menemukan beberapa bom yang tertanam di segala penjuru kilang.}” Kata Salah satu Opsir CIA.

How about lahab? { Bagaimana dengan lahab ?}” Tanya Pak Brandon.

We didn't find it but we heard helicopters {Kami tidak menemukannya, akan tetapi kami mendengar suara helikopter }” Kata salah satu Opsir CIA.

Helikoper........?, Apakah mereka kabur. Namun diluar sana masih terlihat Jahal yang sedang berkelahi dengan Paman Otoko, Jangan jangan mereka sudah merencanakan ini sebelumnya. Aku tidak akan membiarkan mereka kabur, dengan segera aku berlari menuju tempat Paman Otoko. Disana, pertarungan sudah mencapai puncaknya. Mereka berdua tampak kelelahan dan mengeluarkan banyak darah, akan tetapi mereka terus melanjutkan perkelahian itu. Perkelahian berakhir ketika masing masing dari mereka saling menodongkan pistol, tak lama kemudian terdengarlah suara helikopter yang mendekati tempat kami.

I thought you promised not to use a gun { Kupikir kau berjanji tidak akan menggunakan senjata }” Kata Paman Otoko.

Why do you yourself reflexively pick up a weapon? { Kau sendiri mengapa secara reflek mengambil senjata ?}” Kata Jahal.

Jahal, immediately leave those people. The helicopter is ready { Jahal, segera tinggalkan orang orang itu. Helikopter sudah siap }” Kata Lahab dari sebuah pemancar audio.

I'll go first, take care of yourself. { Aku pergi dulu, jaga dirimu baik baik. }” Kata Jahal dengan segera meninggalkan Paman Otoko.

“ HEEIIII..........” Teriak Paman Otoko sambil mengejar Jahal.

Aku melihat Jahal kabur meninggalkan Paman Otoko, di sisi lain Paman Otoko berusaha menembakkan peluru ke arahnya. Namun, tidak ada satupun peluru yang menembus kulitnya. Di ujung kilang, terlihat sebuah helikopter yang akan mendarat. Helikopter itu mendekat ke arah kami sehingga menimbulkan efek angin yang cukup besar, Jadi begitu, mereka memanfaatkan siluet gelapnya langit malam dan suara deburan ombak untuk mendatangkan helikopter. Di dalam Helikopter itu terlihat 2 orang pria dan pastinya Lahab, kemungkinan 2 orang yang memiloti helikopter itu adalah petinggi lain kelompok Musailamah, Namrud dan Jalut.

 

Dengan segera aku memotret mereka menggunakan HP milik Pak Brandon, Jahal tampak berusaha naik menuju Helikopter. Sementara Paman Otoko menangkap kaki Jahal agar tidak pergi.

I won't let you go { Takkan kubiarkan kau pergi }” Kata Paman Otoko.

Sorry, maybe we can meet another time. Goodbye { Maaf, mungkin kita dapat bertemu lain kali. Selamat tinggal }” Kata Jahal sambil menendang Paman Otoko.

Paman Otoko terjatuh, aku berusaha menolongnya untuk bangkit. Sementara mereka tertawa girang karena dapat melarikan diri, Paman Otoko melihat mereka dengan tatapan yang kesal. Aku pun memapah Paman Otoko menuju ruang Pak Brandon untuk mengobati lukanya, di lain sisi Pak Brandon dan anggotanya sibuk untuk menjinakkan bom pada kilang ini. Kalau misalkan kilang ini meledak, bukti satu satunya akan lenyap. Dan yang pasti akan terjadi ledakan besar karena Api bereaksi dengan minyak sisa yang masih ditampung dalam kilang.

How about them? has it been caught? { Bagaimana dengan mereka ? apakah sudah tertangkap ? }” Tanya Pak Brandon.

They all run away, we can't arrest them. Are you ready to get scolded by your commissar? {Mereka semua kabur, kita tidak dapat meringkusnya. Kau siap untuk dimarahi habis habisan oleh komisarismu ? }” Kata Paman Otoko sambil menahan perih luka lebamnya.

Pak Brandon hanya terdiam, kali ini usahanya tidak berhasil untuk meringkus kelompok Musailamah. Kami semua terdiam, merenungkan kesalahan kami masing masing. Tiba tiba salah satu opsir CIA berteriak.

Inspector, according to the conditions of the bomb. The bomb seemed unsustainable, and next to it was a tank of leftover oil that was about to explode. We only have 3 minutes to save ourselves.{ Inspektur, menurut kondisi dari bom itu. Bom itu sepertinya tidak dapat dijinakkan, di sebelahnya terdapat tangki minyak sisa yang bakal ikut meledak. Kita hanya punya waktu 3 menit untuk menyelamatkan diri.}” Kata Opsir CIA.

“It means we have to save ourselves.{ Berarti kita harus menyelamatkan diri.}” Gumam Paman Otoko.

With what ride? I've contacted the port harbormaster. They say that no ship passes this hour. {Dengan menumpang apa ?, aku sudah menghubungi syahbandar pelabuhan. Mereka bilang kalau tidak ada kapal yang lewat jam segini.}” Kata Pak Brandon.

BLAAAARRR.........Satu persatu bom mulai meledak, kami bingung harus kemana karena tidak ada kapal yang lewat di sekitar kilang. Para anggota CIA juga sibuk mengirimkan sinyal lampu dan suar untuk meminta pertolongan, siapa tahu ada kapal atau warga yang melihat.

“There is no time, we must save ourselves. { Sudah tidak ada waktu, kita harus selamatkan diri. }” Kata Paman Otoko sambil berlari keluar ruangan.

Kami juga berlari untuk menyelamatkan diri, bom itu tidak hanya menghasilkan ledakan, melainkan juga mengakibatkan kebakaran dan kerusakan di segala penjuru kilang minyak. Kepalaku terbentur oleh puing puing reruntuhan kilang minyak karena aku tidak memperhatikan langkahku, untungnya Pak Brandon segera menolong dan membantuku untuk bangkit. Kami tiba di ujung kilang, disana kami sudah tidak ada harapan lagi karena kebakaran hampir merembet ke seluruh kilang. Apakah aku akan mengalami hal yang sama seperti kasus sebelumnya ?.

Paman Otoko menyarankan agar kami untuk melompat dan berenang menjauhi kilang minyak. Namun Pak Brandon menolak, karena laut saat itu sudah tercemar oleh minyak sisa yang bocor akibat bom itu. Kami sudah tidak memilikki harapan lagi, kami terus berdoa sambil memperhatikan api yang terus melalap bangunan kilang. Tak lama kemudian, entah darimana datanglah sebuah cahaya menuju arah kami. Cahaya itu bukanlah berasal dari malaikat yang akan menjemput nyawa kami, melainkan cahaya pada sebuah kapal. Alhamdulillah........kami bersyukur atas hal itu, kapal itu semakin mendekat dan kini sudah jelas bahwa terpasang lampu rotary biru merah pada bagian atasnya, yang menandakan bahwa mereka adalah polisi.

We are from the Iraqi maritime police, we received reports of civil cases violations at this oil refinery. {kami dari kepolisian maritim Irak, kami mendapat laporan ada pelanggaran kasus perdata di kilang minyak ini.}” Kata salah satu polisi yang keluar.

“Never mind, just talk later. This refinery will explode. { sudahlah, bicaranya nanti saja. kilang ini akan meledak.}” Teriak Paman Otoko.

Kami pun langsung masuk ke dalam kapal itu, paman Otoko menginstruksikan juru mudi agar segera tancap gas menjauhi kilang minyak itu. SREEEETTTTT...........BLAAAMMMMM...........Kilang minyak  itu meledak seluruhnya, sehingga menimbulkan hembusan angin dan menciptakan ombak yang lumayan besar. Kami pun terantuk bagian dek kapal akibat gaya dorongan ledakan itu, sementara kapal juga menjadi tidak seimbang dalam beberapa waktu. Tapi untungnya kapal bisa dikendalikan dan akhirnya kami melanjutkan perjalanan, di Kapal, kami saling bercengkerama untuk Instropeksi diri sambil mengobati luka masing masing. Kami semua tidak menyangka kalau akhhirnya bakal seperti ini.

Sumber gambar : https://pixabay.com/id/photos/
wahyu-bencana-akhir-zaman-2273069/

We survived thanks to this ship, by the way who called these police ? {Kita selamat berkat kapal ini, ngomong ngomong siapa yang memanggil para polisi ini ? }” Tanya Pak Brandon.

“Its me.........Hehehehehe { Itu aku }” Kata Mas Raihan yang muncul dari balik ruang kemudi.

Rupanya orang itu yang memanggil polisi kesini, pantas dari tadi dia tidak kelihatan di Kilang minyak itu. Mas Raihan menjelaskan bahwa ia terpaksa ikut dalam analisis polisi terhadap kasus sengketa itu, makanya Mas Raihan tahu bahwa saat ini kemungkinan kelompok Musailamah sedang berada di Kilang minyak itu.

So what do we get? one of the proofs is gone now. { Jadi apa yang kita dapatkan ? salah satu bukti sudah lenyap sekarang.}” Keluh Paman Otoko.

I don't think so, I found this letter on their desk. And also I had time to take pictures of the faces of the Muslim leaders, there were Lahab, Jahal, Namrud, and Jalut. {Kurasa tidak, aku menemukan surat ini di meja mereka. Dan juga aku sempat memfoto wajah para petinggi musailamah, ada Lahab, Jahal, Namrud, dan Jalut.}” Kataku sambil menyerahkan foto dan surat itu.

That's the next suicide bombing agenda, they seem to have prepared well in advance {Itu agenda bom bunuh diri selanjutnya, mereka sepertinya sudah menyiapkan jauh jauh hari}” Kata Pak Brandon terkejut.

Yes ...... they are likely to do that in Hong Kong and in Japan {ya......merka sepertinya akan melakukan hal itu di Hongkong dan di Jepang }” Kata Paman Otoko.

This can be used as an anticipation in the countries mentioned, the matter of destroyed evidence is not so important. The main thing is that SELF MUSAILAMAH has been revealed in this photo. {Itu dapat dijadikan sebagai antisipasi di negara yang di sebutkan, soal bukti yang musnah tidak begitu penting. Yang utama adalah JATI DIRI MUSAILAMAH sudah terkuak dalam foto ini.}” Tambahku.

“ Good Job Michael, with this we can continue the investigation. I hope your presence joins the CIA. {kerja bagus michael, dengan ini kita dapat melanjutkan investigasi. Aku harap kehadiranmu bergabung di CIA.}” Kata Pak Brandon.

“Looks like he is more worthy to join the FBI, we really welcome your presence there {sepertinya dia lebih pantas untuk bergabung pada FBI, kami sangat menyambut kehadiranmu disana}” Kata Paman Otoko.

We apologize in advance, he comes from Indonesia. He will fit in BIN {Mohon maaf sebelumnya, dia kan berasal dari Indonesia. Dia akan cocok di BIN}” Sela Mas Raihan.

Aku menyimak pertengkaran mereka yang memperebutkanku untuk masuk dan menjadi anggota Intellijen, di sisi lain aku sangat bersyukur dan pasti tidak akan kusia siakan kesempatan ini. Namun, aku menjadi teringat dengan Nina. Mungkin Nina bakalan senang mendengarku mendapat tawaran pekerjaan menjadi seorang agen Intellijen, seandainya dia mau menunggu sedikit lagi pasti tidak akan kusia siakan kesempatan itu. Namun juga ada baiknya, menjadi agen Intellijen tidaklah semudah yang dibayangkan. Pastinya penuh resiko dan akan mengancam nyawa orang orang disekitarnya, aku tidak ingin nyawa Nina terancam.

Di tengah kegundahanku, Mas Raihan tiba tiba duduk disampingku. Seolah olah dia paham akan perasaanku yang saat ini diambang kekacauan, tak disangka dia berbicara sesuatu kepadaku. Sesuatu yang bagiku termat dalam, dan mungkin dapat dijadikan sebagai solusi atas permasalahanku ini.

“Terkadang hidup itu pilihan, seseorang tak mungkin membiarkan orang yang dia sayangi dalam bahaya. Namun, seseorang tersebut dapat dikatakan kuat kalau melindungi orang yang dia sayangi dari mara bahaya” Katanya sambil menatap langit perairan Iraq.

“Wahh..........kata kata Mas Raihan sangat bagus sekali” Pujiku.

“Heheheh.......sebenarnya Mas Raihan sedang belajar membuat puisi untuk lomba antar kampung minggu depan” Katanya sambil menggaruk kepalanya.

“EEEEHHHHH............” Kataku kaget.

Kami pun berlabuh ke sebuah pelabuhan di Negara Iraq, Sang surya mulai menampakkan sinarnya yang hangat. Kami kemudian pergi sarapan sambil briefing langkah selanjutnya, tak lupa juga aku melaksanakan sholat dhuha sebagai wujud syukur atas hal ini. Kasus dinyatakan selesai, Paman Otoko tampak melapor kepada kantor pusat FBI, sementara Pak Brandon menulis memo tentang kasus ini. Polisi bagian Investigasi segera datang dan segera melakukan olah TKP untuk penyelidikan lebih lanjut, Kami semua lega karena kasus ini selesai. Hanya saja para kelompok musailamah belum berhasil diringkus, namun setidaknya rencana bom bunuh diri yang akan dilaksanakan di Hongkong dan di Jepang dapat diantisipasi dan digagalkan.

Thank you Michael, thanks to you this investigation is paying off. At least we can anticipate the next suicide bombing. {Terima kasih Michael, berkat kau penyelidikan ini membuahkan hasil. Setidaknya kami dapat mengantisipasi bom bunuh diri selanjutnya.}” Ucap Pak Brandon.

You are welcome, but how was the group captured? {sama sama, namun bagaimana kelompok itu diringkus ?}” Tanyaku.

That matter leave it to us, we won't take you that far. I'm afraid that it will threaten your life and those around you. {Soal itu serahkan pada kami, kami tidak akan membawamu hingga sejauh itu. Takutnya hal itu akan mengancam nyawamu dan orang orang disekitarmu.}” Kata Pak Brandon.

We will submit security protections for you and those closest to you to the International Court of Justice. Because every human being has the right to asylum. {Kami akan mengajukan perlindungan keamanan untukmu dan orang orang terdekatmu ke Mahkamah Internasional. Karena setiap manusia punya hak suaka.}” Kata Paman Otoko.

Aku berterima kasih atas hal itu, dengan ini tujuanku untuk memperbaiki nama islam di mata dunia sudah terlaksana. Meskipun mereka belum tertangakp, akan tetapi setidaknya JATI DIRI MUSAILAMAH telah terungkap. Kami akhirnya berpisah, aku, Ali dan Mas Raihan pulang menuju Indonesia. Di pesawat, aku sudah tidak merasakan mimpi aneh itu lagi. Setibanya di Indonesia, aku kembali di sambut oleh Badan Intellijen Negara dan Kepolisian. Orang tuaku juga menungguku dengan rasa cemas akan kehiangan anak satu satunya ini.

“Ya Alloh le.......... Kamu pergi kok gak bilang bilang ?” Kata Ibuku sambil memelukku dengan penuh rasa rindu.

“ Kamu sudah kayak Agen rahasia saja” Tambah Ayahku.

Sekjen Badan Intellijen menghampiri kami, diluar dugaan beliau mengatakan bahwa aku diangkat menjadi tenaga kerja honorer di Badan Intellijen Negara {BIN}. Kami semua bersyukur atas hal itu, terutama aku yang saat ini sudah memilikki pekerjaan tetap. Tak hentinya aku sujud syukur berulang kali, aku mengucapkan terima kasih kepada Alloh SWT karena telah memberikan karomah ini.

Di Pondok pesantren, namaku menjadi sangat terkenal. Semua memanggilku dengan sebutan detektif, Ali kini tak lagi murung. Malah dia bahkan terlihat aktif di organisasi Pondok pesantren ini, aku yakin bahwa Alloh SWT akan melindungi kami dari mara bahaya selanjutnya. Aku berusaha membagi waktuku untuk bekerja di BIN dan berkegiatan agama di Pondok Pesantren, yang pasti aku melakukan itu semua dengan ikhlas dan niat. Sampai akhirnya aku dipromosikan untuk menjadi tenaga kerja tetap, Alhamdulillah........Terima kasih Ya Alloh.......Engkau telah memberikanku nikmat yang sebanyak dan tak terduga ini. 20-12-2020, hari itu aku dikejutkan oleh sebuah undangan yang tergeletak di tempat tidurku. Rupanya itu adalah undangan pernikahan Nina, aku sempat down, akan tetapi aku harus niat untuk mengikhlaskannya. Aku mengahadiri akad nikah Nina, disana Nina tampak di dandani sehingga ia terlihat cantik. Aku memandanginya dari luar seraya bergumam, keputusanmu sudah benar Nina. Kalau misalkan kamu jadi bersamaku, nyawamu pasti terancam oleh kelompok kelompok itu. Disaat kamu bahagia, aku juga ikut bahagia....................Wallohu alam bis showab.

 

 

SELESAI

Post a Comment

0 Comments

close
Banner iklan disini