Ad Code

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Pengalamanku Setelah Berpindah "Kiblat" Kepenulisan

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

 Disclaimer : Artikel ini dibuat bukan untuk menjelek jelekkan suatu kondisi maupun golongan. Melainkan dibuat untuk membahas suatu fenomena yang terjadi di dunia kepenulisan serta opini opini di dalamnya. Dimohon untuk membaca artikel ini dari awal sampai akhir agar memahami isi konteks artikel yang sebenarnya. Jangan lupa untuk share artikel ini apabila artikel ini bermanfaat.

Dunia kepenulisan sangatlah luas, saking luasnya ada banyak sekali kategori kategori kepenulisan seperti kepenulisan fiksi, nonfiksi, ilmiah, dan lain sebagainya. Banyaknya kategori tersebut membuat terpecah pecah pula golongan penulis. Masing masing penulis merasakan kenyamanan pada suatu kategori kepenulisan sehingga mereka menunjukan "kiblat" atau kecenderungan dalam suatu kategori kepenulisan. Tentunya, masing masing penulis memiliki "kiblat" atau kecenderungan kepenulisan yang berbeda beda.

Sumber : Dokumen Pribadi

Secara etimologi, kiblat berarti arah atau posisi. Dalam islam pula kita diajarkan mengenai apa itu kiblat, entah itu kiblat dalam sholat maupun kiblat dalam ideologi pemikiran islam. Yang jelas, kiblat merupakan sebuah kecondongan seseorang dalam suatu aspek, entah itu dilakukan secara sadar maupun tidak. Sementara kiblat kepenulisan sendiri adalah kecenderungan seorang penulis dalam menuangkan gagasan yang ada di pikirannya tergantung bagaimana idealis penulis tersebut. Kiblat kepenulisan bersifat hierarkis, yang artinya sudah ada dan menetap dalam pikiran penulis tersebut. Kiblat kepenulisan juga bersifat kontinyu yang artinya terus dilakukan berulang ulang oleh penulis tersebut. Pada artikel ini admin tidak akan membahas tentang kiblat kepenulisan lebih dalam, melainkan lebih fokus terhadap pengalaman admin ketika berpindah "kiblat" kepenulisan.

Mochamad Riski Wardana, memulai karir menulisnya di tahun 2013. Waktu itu dia masih kelas 3 SD, dan memulai karir menulisnya pada majalah anak anak Majalah Bobo. Waktu itu dia mengisi rubrik AKTD (Arena Kecil dan Tidak Disangka) yang merupakan rubrik untuk memberi kesempatan pembaca Majalah Bobo menceritakan pengalaman pengalamannya, baik itu pengalaman lucu, menyedihkan, menegangkan, dan lain sebagainya. Dia juga aktif membaca buku cerita kemudian dituangkan kembali dalam sebuah kertas. Memperlihatkan dan membagikan kertas tersebut kepada teman temannya sebagai bentuk tingkat literasi dia. Namun dikarenakan berkembangnya kesibukan dan pemikiran malas, bakat menulis itu akhirnya terpendam selama beberapa tahun. Barulah bakat menulis tersebut muncul pada tahun 2020, waktu itu terjadi pandemi covid yang mengharuskan semua orang harus melakukan kegiatan dari rumah. Karena merasa bosan di rumah, dia akhirnya memutuskan untuk menulis. Dia mengawali kembali karir menulisnya dengan menulis cerita pendek pada sebuah blog. Waktu itu blog nya masih bernama wardanabagong yang merupakan cikal bakal dari platform cerpenhits ini.

Tak puas dengan menulis cerpen saja, pemuda ini memutuskan untuk menulis sebuah novel. Waktu itu dia memperoleh informasi sebuah penerbit dari teman akrabnya. Novel pertamanya berjudul "Gemilang" yang terbit tahun 2020. Tak puas sampai disitu, dia menulis novel keduanya yang berjudul "Panutan Sebenarnya" yang terbit tahun 2021. Novel kedua ini memberikan sedikit kenaikan engagement pada dirinya sehingga dia sering diundang sebagai pembicara pada webinar webinar kepenulisan. Tak cukup sampai situ, dia juga melebarkan sayapnya pada kepenulisan artikel. Dia menulis beberapa artikel tentang politik di media seperti kompasiana. Hal itu tidak berubah sampai dia menginjak bangku perkuliahan. 

Dia merasakan atmosfer baru ketika menulis di tengah perkuliahan. Kita semua pasti tahu dalam dunia perkuliahan pasti dituntut berpikir kritis dan ilmiah. Sehingga tugas tugas ilmiah seperti membuat makalah, review jurnal, dan lain lain sudah menjadi konsumsi sehari hari. Lama kelamaan, dia mulai tertarik dengan dunia kepenulisan ilmiah. Dia mulai dengan mengikuti beberapa lomba karya tulis ilmiah yang biasanya diadakan oleh universitas universitas, dari  yang gratisan sampai membayar ratusan ribu, dari yang hanya individu sampai berupa tim. Pada awalnya dia merasakan kesulitan, karena yang awalnya terbiasa menulis fiksi tiba tiba saja beralih ke penulisan ilmiah. Tentu saja ada "behaviour-behaviour" menulis fiksi yang  terbawa ketika menulis ilmiah. Seperti ketika menulis pendahuluan pada karya ilmiah itu layaknya menulis orientasi pada sebuah novel, berputar putar bahas sana bahas sini, Pemilihan diksi yang tidak ilmiah, hingga terbiasa "ngarang" daripada menulis sesuai data yang diapat dari lapangan.

Tentunya hal ini tidak dianjurkan, mengingat dalam kepenulisan ilmiah perlu ditulis dalam bahasa yang ilmiah, tidak berbelit belit , dan yang pasti sesuai dengan data yang ada di lapangan. Mungkin hal itu cukup berat apabila dilakukan oleh penulis yang terbiasa menulis fiksi, namun hal itu dapat dipatahkan apabila sang penulis terus mengasah kemampuannya pula dalam kepenulisan ilmiah, sama halnya seperti mengasah kemampuannya dalam menulis fiksi. Apabila sang penulis telah terbiasa dalam menulis ilmiah, tentunya dia akan dapat membedakan mana yang menulis ilmiah dan mana yang menuis fiksi. Sehingga tidak ada lagi kasus ngarang, kata yang berbelit belit, tidak to the point dan lain sebagainya. 

Yang jelas, berpindah kiblatnya penulis dari fiksi ke ilmiah bukan merupakan sebuah kebodohan maupun kenistaan. Melainkan sebuah usaha untuk mencari pengalam baru dan keluar dari zona nyaman. Apakah penulis akan meninggalkan dunia kepenulisan fiksi begitu saja? Yang jelas tidak, penulis pasti bakal tetap menulis fiksi karena dari situlah dia memulai dan membuat dirinya senang. Menulis ilmiah hanya dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan diri dalam pendidikan maupun karir. Masalah masalah diatas merupakan sebuah proses peralihan yang mana akan hilang dengan sendirinya apabila sudah mampu dan terbiasa antara membedakan tulisan fiksi dengan tulisan ilmiah. 

Post a Comment

0 Comments

close
Banner iklan disini